Sejarah berdirinya SMK 1 Sragi

Administrator | Selasa, 01 Agustus 2017 - 15:43:59 WIB | dibaca: 331 pembaca

SMK 1 Sragi merupakan salah satu dari ribuan sekolah yang ada di Indonesia, sekolah ini berdiri pada tanggal 2 Juni 2007 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA pada tanggal 17 Pebruari 2009.  Secara geografis SMK 1 Sragi berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tepatnya di Jl. Raya Sragi No.139 B Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

 Sejarah berdirinya SMK 1 Sragi

Selama bertahun tahun masyarakat sragi menimba ilmu keluar daerah dengan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, mereka merindukan sekolah yang mudah dijangkau dan bisa menyalurkan alumni ke dunia industri. Kerinduan ini akhirnya terdengar juga oleh pemerintah daerah kabupaten Pekalongan.

Tanah seluas 1,850 Ha yang sekarang ditempati SMK 1 Sragi pada awalnya merupakan lapangan olahraga Kelurahan Sragi. Pada saat itu para tokoh masyarakat memiliki keinginan untuk membangun sekolah yang bisa memfasilitasi siswa yang ingin langsung bekerja. Maka munculah satu ide bersama untuk mendirikan sekolah menengah kejuruan.

Para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat berpandangan bahwa lapangan olahraga Kelurahan Sragi adalah tempat yang paling tepat dan strategis untuk dijadikan sekolah. Hal itulah yang membuat mereka berinisiatif untuk membuat Sekolah Menengah Kejuruan di lapangan tersebut.

Niat baik tokoh masyarakat dan pemerintah setempat untuk membangun sekolah ini tidak serta merta berjalan dengan mulus, karena ada sebagian masyarakat yang kurang setuju terhadap pengalihan fungsi dari lapangan olahraga menjadi sekolah menengah kejuruan. Namun setelah diadakan pertemuan antara tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat akhirnya disepakati bersama untuk melanjutkan pembangunan sekolah menengah kejuruan. Sedangkan lapangan olahraga dipindah ke belakang SMK 1 Sragi.

Pada awal berdiri SMK 1 Sragi dipimpin oleh Bapak Suratno, S.Pd, M.Pd selaku Plt Kepala Sekolah. Waktu itu kegiatan belajar mengajar menampati gedung SMP 1 Sragi selama satu semester.

Sekolah ini awalnya hanya terdiri dari dua kompetensi keahlian, yaitu Akuntansi dan Teknik Komputer Jaringan. Saat itu jumlah siswa sekitar 144 dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan antara 18 orang.

Semester kedua SMK 1 Sragi menempati gedung baru yang berada disebelah utara SMP 1 Sragi dengan jumlah enam ruang kelas dan satu kantor. Pada waktu itu Bapak Suratno, S.Pd, M.Pd selaku Plt. Kepala Sekolah digantikan oleh Drs. Kukuh, M.T selaku Kepala Sekolah definitif.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi, dukungan masyarakat dan animo pendaftar yang tidak bisa terbendung jumlahnya disetiap tahunnya, maka sekolah inipun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dari semula yang memiliki dua kompetensi keahlian maka di tahun-tahun berikutnya menambah jurusan Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan. Tidak hanya diminati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan saja, namun dari masyarakat luar kabupaten Pekalongan pun berbondong bondong ingin masuk ke SMK 1 Sragi untuk belajar. Tidak hanya itu, prestasi yang sangat luar biasapun diraih oleh SMK 1 Sragi. Mulai dari bidang akademik, olahraga, keagamaan, serta lingkungan hidup hingga prestasi tenaga pendidik sebagai guru teladan diraih oleh SMK 1 Sragi.

Pada januari 2012 SMK 1 Sragi berkabung. Kesedihan tidak hanya dialami oleh keluarga besar SMK 1 Sragi. Namun, seluruh lapisan masyarakat Pekalongan ikut berduka. Drs. Kukuh, M.T selaku kepala sekolah meninggal dunia dalam suatu kecelakaan. Rasa kehilangan yang mendalam melingkupi keluarga besar SMK 1 Sragi saat itu. Walaupun telah tiada namun beliau dan jasa-jasa beliau akan selalu di kenang.

Ibarat badan tanpa kepala. Siapa yang akan menunjukkan arah kaki untuk melangkah. SMK 1 Sragi butuh seorang pemimpin baru untuk melanjutkan cita-cita. Bapak Muhammad Yasin, S.Pd yang merupakan kepala SMK Karangdadap mendapat mandat untuk meneruskan kepemimpinan SMK 1 Sragi. Beliau bertugas sebagi Pelaksana tugas / Plt SMK 1 Sragi dari Maret 2012 hingga Juni 2013.

Pada tahun ajaran 2013/2014 SMK 1 Sragi mengalami pergantian kepemimpinan yaitu dari bapak Muhammad Yasin, S.Pd kepada Bapak Ibnu Nafis, S.Pd, M.Si untuk melanjutkan kepemimpinan. Dimasa itu kebutuhan akan sarana dan prasarana harus ditingkatkan. Dari sarana ibadah, laboratorium, ruang kelas, perpustakaan dan lain-lain. Tidak terbatas pada kebutuhan fisik, peningkatan mutupun menjadi prioritas. Salah satunya dengan membuka jurusan baru yaitu Teknik Kimia Industri.

Di dukung sumber daya manusia yang produktif dan inovatif serta profesionalisme kerja yang tinggi diharapkan SMK 1 Sragi akan menjadi sekolah unggulan. Dengan tujuan pendidikan berupaya menghasilkan tamatan yang berakhlak, bermutu, dan kompeten.